tempat sampah gue…

April 1st, 2008

Awan kecil, Marcos dan Revolusi Cinta

Posted by fahmip in politik

Marcos

Ah kawan, engkau tentu tahu bagaimana aku amat menggagumi Subcommandante Marcos. Orang yang dianggap "penjahat" oleh Amerika, dianggap "pengganggu" oleh pemerintah Meksiko, amun bagiku ialah orang yang melatih aksara untuk memecah kebisuan, semulia kehormatan, selembut cinta, setajam belati dan mempunyai daya ledak bagai peluru. Pada satu hari sang komandan pun mendongeng….ya, bagai seorang kakek bercerita pada cucunya. Cerita indah nan bermakna, bagai meletakkan sedikit nafas hidup yang terbuang kepada sang penerus.

Alkisah pada suatu hari terdapat awan kecil, begitu kecilnya hanya segumpal. Ia yang selalu terpinggirkan, diasingkan oleh sekumpulan awan besar. Ketika suatu hari ia merubah dirinya menjadi setetes hujan….hujan yang memberi nafas dan kehijauan, hujan yang membuat kehidupan muncul dari dalam perut bumi…walau ia terlupakan namun setetes rintik air itu tak pernah tersia-siakan.

Engkau mungkin bertanya padaku wahai kawan, apa yang ingin kutulis? sabarlah…sebelumnya aku ingin bertanya padamu "apa engkau begitu percaya akan dogma dan rekayasa realita yang dijejalkan kepadamu tiap hari?". Aku a\tak begitu percaya wahai kawan ketika aku masih melihat jika seorang manusia masih hrus mengais tempat sampah sekedar mengganjal perut, dan aku tak begitu percaya ketika aku melihat masih ada anjing yang dihidupi jauh lebih layak dari kumpulan orang-orang terbuang.

Engkau mungkin bosan mendengarkan aku selalu mendendangkan lagu "Revolusi" dan aku pun tak kan heran jika engkau mengganggapku telah gila. Tapi apakah engkau akan bertanya "apa revolusimu dilandasi kebencian?", jika ya akan kujawab engkau benar namun engkau pun salah. Ya, kebencianku terhadap segelintir lintah yang menghisap darah mengalir….padahal SANG ARSITEK memberikan kita ruang untuk bernafas. Tidak, engkau salah karena sang Nabi utusan Tuhan berpeluh, meneteskan air mata dan BERDARAH karena cinta. Cinta kepada kehidupan yang mulia, dimana tak ada seorang manusia yang mengangkat dirinya sebagai sistem dimana dia menjadi "tuhannya", sebuah keadaan dimana manusia dimanusiakan seperti fitrahnya. Tak perlu seorang utusan Tuhan yang mulia dan ma’sum , yang membawa pesan cinta Tuhan kepada manusia namun seorang gerilyawan terasing seperti Ernesto Guevara bertarung dengan cinta, cinta untuk menghapus ketidakadilan, kebengisan dan kezaliman dimana segelintir merampas kemanusiaan kebanyakan manusia lainnya.

Cinta…sehalus sutra, setajam belati namun dengan cinta racun terasa lebih manis dari gula. Dengan cinta Marcos, Ernesto, Gandhi dan manusia-manusia lainnya berdarah dan meneteskan air mata dan karena cinta Muhammad sang manusia mulia sampai akhir kata dapat berkata….ummati…ummati…Allahumma Sholi ala Muhammad wa ala alishollihi Muhammad.

Dan cinta….apa itu cinta ?

March 2nd, 2008

Genjer genjer

Posted by fahmip in Music

Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler..
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer

Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih.

Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer
esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
dudjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer
wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah.

Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Gendjer-gendjer mlebu
kendil wedange umob
setengah mateng dientas digawe iwak
setengah
mateng dientas digawe iwak
sega sa piring sambel
penjel ndok ngamben
gendjer-gendjer dipangan musuhe sega.

Lagu dengan arti bahasa Indonesia:

Genjer2 tumbuh liar di selokan.
Ibu datang mencabut genjer.
Dapat sekarung lebih tanpa ragu.
Genjer sekarang bisa dibawa pulang

Genjer pagi2 dibawa ke pasar
Dijajar dan dibeberkan di lantai
Si Ibu beli genjer ditaruh di tas
Genjer2 sekarang akan diolah

Genjer2 dimasukkan ke panci air panas
Setengah matang ditiriskan
untuk lauk
Nasi sepiring sambal di tempat tidur
Genjer2 dimakan dengan
nasi

Kawan-kawan sekalian yang senantiasa melengkapi pengetahuannya tentang apa yang terjadi, pastinya tahu apa yang terjadi dengan lagu ini. Lagu rakyat yang dinyanyikan dalam bahasa Jawa ini diberangus habis-habisan oleh politik Orde Baru yang mencap bahwa lagu ini adalah lagu komunis, yaitu ideologi yang begitu dilarang dan ditakuti. Namun sebenarnya lagu genjer-genjer ini berbicara tentang apa sih sampai pemerintahan fasis orde baru begitu mengharamkan lagu daerah ini?

Saya dapat informasi dari internet dari salah satu blog (http://thesedays.digitalboedaja.com/?paged=2) bahwa sebenarnya lagu daerah ini diciptakan ketika Indonesia tengah diduki oleh Jepang, diciptakan oleh Muhammad Arief seorang seniman yang berasal dari Banyuwangi menceritakan penderitaan rakyat Banyuwangi bagaimana mirisnya dari daerah yang mempunyai hasil lebih dari pangan tiba-tiba mengalami krisis kelaparan luar biasa akibat pendudukan Jepang sampai daun genjer yang tumbuh di selokan pun jadi bahan makanan…saking sulitnya bahan pangan saat itu.

Lalu datanglah peristiwa yang oleh orde baru disebut dengan "Gerakan 30 September" peristiwa yang sampai hari ini pun tidak diketahui siapa dalangnya, yang meninggalkan luka perih dalam perjalanan sejarah bangsa ini dimana jutaan rakyat Indonesia dibantai habis….ya dibunuh besar-besaran bahkan ada yang dibuang ke Pulau Buru dan dipenjara tanpa pengadilan dan pemerintah sampai hari ini tidak punya inisiatif untuk minta maaf atas dosa-dosa masa lalu. Semua yang "berbau" komunis pun diberangus, genjer-genjer yang dinyanyikan oleh seniman besar Indonesia macam Bing Slamet dan Lilis Suryani yang saya dengar pernah menyanyikan lagu ini di istana negara untuk menghibur Bung Karno pun seolah-olah menjadi lagu kematian yang HARAM untuk diperdengarkan lagi !.

Marxisme pernah mengungkapkan bahwa media sering kali digunakan oleh kelas yang berkuasa untuk mempropagandakan ideologi mereka dan menancapkan hegemoni mereka atas apa yang seharusnya rakyat dengar, lihat dan kemudian yakini. Namun kalau kita cermati dengan akal sehat dan juga mengetahui sejarah di balik lagu ini sebenarnya apa yang berbahaya ???? lagu ini bercerita tentang susahnya orang karna bahan pangan mereka dirampas oleh kekuatan penindas (yaitu tentara Jepang di Banyuwangi) namun Orde Baru dengan lihainya membuat rakyat nya menafikan dan sebaliknya mempercayai dengan membabi-buta kalau ini adalah lagu komunis..ideologi yang anti-tuhan alias kapir !!!! (pakai "p" bukan "f", sengaja saya tulis demikian kalau anda perhatikan orang2 tertentu saking membabi-butanya sampai bicara pun tidak benar)

Ah…bukankah ini sebuah pembodohan yang luar biasa ? seni hadir di tengah tengah umat manusia untuk membuat kita bisa lebih menyentuh sisi-sisi estetika dalam hidup yang seringkali hilang karena kita teralienasi dari sisi indah kita sebagai manusia setelah menjalani pekerjaan yang luar biasa menyita waktu dan tenaga kita. Indonesia pun sebenarnya menyimpang segudang penyair macam Rendra, atau sastrawan macam HB.Yassin, penggubah lagu macam Wage Supratman dan orator ulung macam Bung Karno namun begitulah yang terjadi di bawah pemerintahan otoriter seringkali rakyat dianggap hanya sebagai kelompok yang harus turut saja apa kata bos besar, ah..memang ajaib negri kita ini tidak heran sekarang kalau banyak saudara sebangsa kita yang kurang menghargai akal sehat

Ya…ajaib

February 1st, 2008

Dalam dekapan bayang tak berwajah

Posted by fahmip in politik

Dalam dekapanmu ibuku…

Tak ada sedikitpun keraguan dalam timanganmu

Engkau mengenalkanku pada Rabb ku

IA mengenalkanku pada kehidupan mereka, engkau dan aku…

Ku begitu yakin wahai ibu

Hidup adalah apa yang nampak didepanku, ia bagai berkelebat begitu cepat

“Nikmati, hidupmu memang begini!” kutatap kotak itu mereka bagai bergerak

dan terserak…

Dengan lantang mereka bisa berteriak “Jangan ragu, hidupmu hanya sekali!!!’

Kujalani hidupku dalam timanganmu O…itu masa orok !

Aku berak, sunat dan akhil baligh pun

Kutatap dan kutantang masa depan

Dengan pongah aku pun bilang “kau akan kutaklukkan !”

O…pemuda yang maju, terpelajar, hei… itu aku

Aku bersolek sampai molek, aku tidak jelek !

Kuhina mereka yang berdiri di seberang jalan cuih…..kuludahi !

Spit on your grave ! kata si mata biru

Orang – orang bodoh gumamku…

Dan dentuman kata – kata Tuhanku tiba….

Bahwa kita tiada hidup untuk perut kita sendiri wahai ibuku

Kutatap kepongahanku…nampak bayanganku

“buta, bisu, tuli” macam bayangku…hitam kelam

Bayangku, bayang tak berwajah

Dan aku tahu ibu, bahwa itu aku

January 10th, 2008

Secarik surat untuk pak ustad

Posted by fahmip in Uncategorized

Assalammu’alaikum warahmah wabarakatuh,

Pak ustad yang saya hormati, semoga bapak-bapak senantiasa diberikan rahmat dan berkah Allah untuk sekeluarga dan diri Pak ustad sekalian. Ulama atau cendekiawan amat dibutuhkan karena Rasulullah SAW pernah berpesan kepada kita semua bahwa kalianlah pewaris para nabi (kalau saya salah tolong dibetulkan ya?). Karena itu kami senantiasa menghormati kalian karena kami yakin kalian adalah guru kami yang bisa menolong kami mengarungi kehidupan dan memahami eksistensi serta untuk tujuan apa kami diciptakan. Pak ustad yang baik, saya menulis surat ini karena sesuatu hal yang mengganjal bahkan miris saya melihatnya pak ustad jangan marah ya ? saya memang tidak pandai berkata - kata maklum bukan pujangga….Pak ustad, bolehkah saya menuangkan sedikit apa yang mengganjal dihati lewat puisi?

Imam yang kuhormati
Ustad yang mengajari
Kalian diciptakan untuk mengayomi umat
Yang kelakuannya selalu saja kumat

Imam yang kusayangi
dan para ustad dan guru yang kuhargai
Kalianlah yang seharusnya menjadi pelita
Bukan karena fitnah kalian menjadi bencana

Sang nabi pernah berkata bahwa akan terjadi "mesjid hanya indah berhias namun kosong"
Bagiku sama saja menjadikan umat ompong

Masjid besar itu sangat indah bahkan megah
Bahkan dibangun dengan ambisi yang membuat semua terpesona
Ia senantiasa terang
Bahkan menjulang

Tapi tahukah wahai guru kami
di tepi mesjid yang terang itu nampak kegelapan
kotor…kumel…kumuh
Tanpa harapan

jangan, jangan lagi menghardik
bahwa mereka tak terdidik
kalau untuk makan pun tak bisa
mencari sesuap nasi pun dihina

Gelap…amat gelap hati
segelap muka yang terbenam dalam lumpur
lumpur dan debu jorok asap metromini
mungkin mengais nasi sisa  seperti bulgur

Wahai ustad yang kuhormati
Tak miris kah engkau 
bukankah agama ini hadir sebagai pembebas?
Pembebas dari segala kezaliman, kejumudan dan penderitaan
Tak miris kah selagi kalian berjubah indah, tasbih gading gajah
Disana….beberapa langkah darimu kegelapan malam menelan mereka
Tanpa punya harapan
lalu dimana fungsi ulama?

Pak ustad dan Kyiai yang begitu kuhormati, bukankah kalian seharusnya berada diantara kami? Alangkah baiknya jika kalian membumi tak lagi senantiasa berada di awan. Guru kami apakah kalian sudah membaca tentang Haji Agus Salim, Haji Ahmad Dahlan atau Haji Misbach maupun HAMKA? mereka adalah para ulama yang pernah dimiliki negeri ini yang mendedikasikan hidupnya untuk kemaslahatan umat -tidak hanya dibibir, namun dengan perjuangan, keringat maupun air mata- bahkan Haji Agus Salim pernah berkata bahwa jalan memimpin adalah penderitaan, dan Kyai Ahmad Dahlan yang ingin senantiasa menyantuni anak yatim, dan seorang "Kyai merah" Haji Misbach yang begitu membumi membaur dengan masyarakat dan amat kesalnya terhadap pemerintah kolonial yang menganggap pribumi bahwa setingkat hewan.

Kulihat kalian begitu mapan saat ini, tak khawatirkah kalian wahai guru kami kalau nanti Allah menanyakan darimana itu berasal, untuk apa kau gunakan, untuk kebaikan kah ? halal kah ? bukankah dihadapan Allah itu akan memberatkanmu wahai guruku tercinta? tentunya kami tak suudzon kepada kalian namun kulihat kolega kalian senang sekali mengendarai motor besar atau beberapa kulihat dari kalian ketika menghadiri majelis dzikir begitu mengangung-agungkan salah seorang pembesar negeri ini yang tak mempunyai empati terhadap kaum tertindas. Nelson Mandela pernah bilang "sebuah negara harus dilihat bukan bagaimana dia memperlakukan rakyatnya yang paling tinggi tapi bagaimana ia memperlakukan warganya yang paling rendah". Jangan marah Pak Kyai, Ulama maupun ustadku yang kusayangi dan selalu kami doakan, kulakukan ini karena kami mencintai kalian dan tak ingin kalian diajukan ke mahkamah Allah kelak nanti, ya…cinta, sebuah kata yang mengandung banyak makna walau kerapkali harus melalui perbuatan yang tak lembut namun pada akhirnya ia mempunyai arti lebih manis dari pada madu.

Wassalam warahmah

dari muridmu

January 8th, 2008

Ketika sang penguasa terlupa

Posted by fahmip in Uncategorized

Apa hakmu membuat kami sengsara?

Apakah kami begitu kotor dimatamu sehingga dengan tega kau menorehkan lara?

Atau dimatamu kami begitu kotor dan tak berharga?

Mungkin bagai tinja…

Dulu ada sebuah janji kalau kami tak akan dibiarkan menganga

Mengais sesuap nasi dari sisa sisa

Kami tak

kan

menangis karena tak ada biaya

Untuk sekedar mengobati tubuh kami yang terluka

Dulu katanya tempat ini akan menjadi lebih makmur

Karena dipegang oleh ahlinya

Tapi apa lacur

Kau menjadi sejahat Rahwana !!!!

Wahai penguasa!

Ingatlah, sang nabi telah berkata

Bahwa penguasa mempunyai kewajiban terhadap rakyatnya

Bukan melibas mereka seakan tak berharga

          

November 19th, 2007

Kumpulan puisi Widji Thukul

Posted by fahmip in politik

Inilah kumpulan puisi perlawanan dari seorang penyair yang hilang di akhir kekuasaan Orde Baru, Widji Thukul. Semoga semangatnya tetap tinggal bersama kita menentang semua kezaliman dan ketidakberpihakkan pemerintah yang seharusnya menjadi pelindung rakyatnya, bukan jadi anjing yang senantiasa menggonggong dan mencabik - cabik.

Selamat Jalan Kawan !

==========================================================================

Seorang Buruh Masuk Toko

      masuk toko
      yang pertama kurasa adalah cahaya
      yang terang benderang
      tak seperti jalan-jalan sempit
      di kampungku yang gelap

      sorot mata para penjaga
      dan lampu-lampu yang mengitariku
      seperti sengaja hendak menunjukkan
      dari mana asalku

      aku melihat kakiku - jari-jarinya bergerak
      aku melihat sandal jepitku
      aku menoleh ke kiri ke kanan - bau-bau harum
      aku menatap betis-betis dan sepatu
      bulu tubuhku berdiri merasakan desir
      kipas angin
      yang berputar-putar halus lembut
      badanku makin mingkup
      aku melihat barang-barang yang dipajang
      aku menghitung-hitung
      aku menghitung upahku
      aku menghitung harga tenagaku
      yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik
      aku melihat harga-harga kebutuhan
      di etalase
      aku melihat bayanganku
      makin letih
      dan terus diisap..

E D A N

      sudah dengan cerita mursilah?
      edan!
      dia dituduh maling
      karena mengumpulkan serpihan kain
      dia sambung-sambung jadi mukena
      untuk sembahyang
      padahal mukena tak dibawa pulang
      padahal mukena dia taroh
      di tempat kerja
      edan!
      sudah diperas
      dituduh maling pula

      sudah dengan cerita santi?
      edan!
      karena istirahat gaji dipotong
      edan!
      karena main kartu
      lima kawannya langsung dipecat majikan
      padahal tak pakai wang
      padahal pas waktu luang
      edan!
      kita mah bukan sekrup

      Bandung 21 Mei 1992

P E N Y A I R
      jika tak ada mesin ketik
      aku akan menulis dengan tangan
      jika tak ada tinta hitam
      aku akan menulis dengan arang

      jika tak ada kertas
      aku akan menulis pada dinding
      jika aku menulis dilarang
      aku akan menulis dengan
      tetes darah!

      sarang jagat teater
      19 januari 1988

"Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan menganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: Lawan!"

"Suara - suara itu tak bisa dipenjarakan
Di sana bersemayam kemerdekaan
Apabila engkau memaksa diam
Aku siapkan untukmu:…..Pemberontakan !!"

November 14th, 2007

Bangsa yang kerdil adalah bangsa yang melupakan masa lalunya

Posted by fahmip in politik

Di negeri kita yang lucu ini sudah tidak asing lagi kalau kita melihat seseorang dihormati kalau ia termasuk dalam golongan orang berekonomi menengah keatas. Tidak salah memang, karena orang menengah keatas lah yang mempunyai modal dan dengan itu mereka bisa memutar roda perekonomian serta menciptakan lahan pekerjaan. Namun bangsa kita lupa kalau seseorang tidaklah menjadi mulia atau terhormat semata - mata karena dia berduit atau berasal dari golongan berdarah biru.

Beberapa hari lalu di acara newsdotcom yang ditayangkan oleh Metro TV, disiarkan lah kisah Pak Sardi (kalau tidak salah ketik) yang merupakan asisten Jenderal Soedirman tokoh perjuangan Indonesia yang tentunya tidak asing namanya bagi penduduk negeri ini. Pak Sardi semasa mudanya berjuang bersama sama dengan Jenderal Soedirman bahkan menjadi penjaga sang jenderal naik turun gunung maupun berpindah - pindah sampai akhir hayat Jenderal Soedirman. Orang seperti Pak Sardi memang tidak ingin dikenang atau dipuji setinggi langit, mereka berjuang untuk sesuatu yang mereka percayai dan pada saat itu kemerdekaan bangsa ini supaya rakyat bisa hidup mulia tidak dibawah injakan kaki kotor imperial. Berbicara tentang kehormatan, rupanya sudah menjadi fitrah manusia bahwa jika ia bekerja maka itu akan mengangkat status hidup dan kemuliaanya dimana sudah menjadi kepastian mereka lebih mulia daripada peminta - minta. Namun apa yang Pak Sardi dapatkan ? Orde Baru hanya memberikan piagam, begitupun dengan bupati kota beliau tinggal dimana itupun baru diserahkan setelah Metro TV meliput kehidupan Pak Sardi sebelumnya, sekarang karena beliau memang mempunyai semangat juang yang tinggi beliau tidak merasa hina untuk bekerja kasar di pasar sebagai penyapu, kontras dengan para pejabat negeri ini maupun yang duduk dengan santainya di gedung veteran di Jakarta. Beliau hanya meminta hak nya sebagai pensiunan tentara yang ironisnya setelah beliau pensiun lebih dari 30 tahun lalu tidak pernah beliau dapatkan, ironis……terkutuklah bangsa ini !!!!!

July 22nd, 2007

Kenapa gue bilang film “I love you,om” bagus

Posted by fahmip in Film

 

Iloveyouom

Jujur aja nih gue emang termasuk terlambat banget denger bahkan nonton film ini. Pertama kali gue denger judul film ini aja baru beberapa bulan lalu di whodoyouthinkheare.blogspot.com dimana yg punya blog mengkritisi cara berpakaian bintang film ini Rachel Amanda yang dibilang enggak pantes. Baru mulai jum’at kmaren pertama kali gue nonton film ini, iya gue kaget sih liat cara berpakaian anak seumur gitu tapi yang bakal gue bahas disini bukan itu.

Gue cuma mau nulis knapa gue suka film ini, dan gue pengen jelasin kalau gue sama sekali bukan pakar atau seorang sineas jadi ini adalah pandangan dari seorang penikmat film. Gue research dikit tentang film ini di youtube dapet trailer berserta komen2 di bawah yang justru ngejelek jelekkin film ini, menurut gue silahkan aja karena yang namanya seni tentu gak semua orang bisa terima dan gue juga bisa ngerti karna ini ceritanya memang agak kontroversial makanya gue denger dari temen gue film ini kurang laku di indonesia.

Ok, back to topic. Jujur aja gue baca komen orang herannya mereka justru ngebahas sisi pedofilia lah apa lah, gak senonoh lah ! aw, come on this is not some kind of Kiddie - porn ! gue lebih ngeliat gimana cara pembuat film ini ngemas cerita kontroversial ini sehingga bisa bikin gue ngerasa terbawa gimana kalau gue ad adalam posisi kayak gitu ? emosi gue dimaenin dan itu bener2 bikin gue salut ! bukan sekedar film yang sekedar lu nonton setelah itu gak ninggalin kesan apapun setelahnya.

kedua, gue suka banget nih akting2 dari pemaen film ini. Pemain film Indonesia jujur aja gue ngerasa gak kalah kok kalo bandingin sama Korea, kalau semakin banyak jam terbang gue percaya kemampuan mereka bakal semakin terasah. Liat gimana Dion (Rachel Amanda) seolah-olah udah layaknya wanita dewasa yang bener bener lagi jatuh cinta, anak sekecil itu udah bisa berakting sebagus itu yang bikin gue percaya sama film ini dan bikin gue nonton sampai habis, begitu juga dgn akting Restu Sinaga yang memeranin Om Gaza, yang akhirnya betulan jatuh cinta sama anak kecil tp sampai akhir cerita gak nunjukkin kalau dia seolah olah "sick pervert paedophile" tapi seperti seorang laki laki yang cintanya gak kesampaian. FIlm ini juga ada bumbu lesbianisme, dimana dalam masyaakat kita orang masih kaget menghadapi kasus seperti ini…..

Bravo….luar biasa, biar orang anggap jelek film ini antara masyarakat belum bisa menerima atau memang selera yang udah mengalami pembodohan. Tetep gue angkat jempol buat Widy Wijaya selaku sutradara you’ve done very well job….buat pemeran semua….salut my standing ovation for you all. Kami, penggemar film butuh lebih banyak film kayak gini baik sebagai hiburan dan juga meningkatin kualitas perfilman nasional. Maju terus perfilman Indonesia….bravo !!!!

July 22nd, 2007

Yang (agak) lucu di Malaysia….

Posted by fahmip in Travel

Sebelum pulang ke Indonesia bulan Agustus nanti Insya Allah, tiba tiba ada beberapa hal yang bikin gue keingetan sama beberapa barang di sini. Kalo buat yang udah tau daerah Petaling Jaya sini, pasti udah tau dong Tesco Supermarket Mutiara Damansara ? Nah…beberapa bulan lalu waktu gue  belanja ke Tesco…..ada beberapa hal yang gue anggap lucu karna bahasa mereka kalo diplesetin ke bahasa Indonesia….asli ngakak deh gue jadinya, nih satu…

Dsc00491_1

Heheheh…..liat deh namanya "Dosa Mix" wuidiiiiih….ga usah dijelasin, hahah…ngakak aja deh gue pokoknya

Ada lagi….

Dsc00486

waduuuh….mo makan apa mo get high ? ni restoran di daerah Bukit Bintang, KL deket sama Low Yat hahahha…gue rasa ni ayam sebelom disembelih disuruh nyimeng dulu (biar empuk kali yah ? :-D) tapi gue waktu itu ditraktir  masa mau gue tolak namanya juga MAKINDO (MAhasiswa misKIN inDO) ditraktir makan kan kek dapet rejeki jatoh dari genteng ibaratnya biarpun gue lebih cocok ama nasi Ayam yang di Uptown tetep makasih banyak yah  heheheh….nih poto ayamnya nyam nyam

Dsc00488

(nah ini yang gue makan, ayam gorengnya)

Dsc00489

Emang tinggal di kampung orang gak selamanya enak karna gak senyaman di rumah sendiri, tapi hidup lebih bervariasi kalo gue bilang….gak semembosankan itu kok. Kadang ada hal hal yg bikin kita senyum ato bisa jd hiburan (hey, ketawa kan sehat bukan begitu kawan ?) kelihatannya gue bakal kangen sama ini tempat heheheh….

April 4th, 2007

bitter

Posted by fahmip in Uncategorized

When I eat, I taste bitter. When I think, all the bitter memories come out. Even why pray all the bitter thought pop-out of my head. I guess every adolescent who goes transition into adult must have difficult time, so probably I’m not alone. It just feel different when I was in high school, maybe because I wasn’t mature enough but thing that make me confuse I guess it lies within myself.

When somebody (especially a boy) turns 21, his society consider him as full fledged "man" therefore they expect him to behave as a mature person. I guess I’m a little bit left behind, sort of like not ready to grow up yet, when I still look the world in awe. It could be I’m having "Peter pan syndrome" (I hope not). It is not I hate to grow up, because believe me being children forever is disaster I guess I just need someone to talk to, I do not ask much, I do not ask you to be my "garbage" (taking every complain I make about love even though I no longer do it so often because I know life is sometimes at the bottom) it is not too much to ask, isn’t it ?

« Previous PageNext Page »