tempat sampah gue…

February 8th, 2009

Hari ini aku bersiul - siul

Posted by fahmip in politik

Menjelang PEMILU, alias Pesta Demokrasi negeri ajaib bernama Indonesia ini kita udah bisa ngeliat para peserta yang abis - abisan tampil mengkilap ganteng - ganteng dan cantik - cantik. Wuidiiiih…jangan salah bujet bikin spanduk, flyer sampe bilboard seakan jadi rezeki buat perusahaan - perusahaan cetak dan sablon yang menuai rezeki dadakan saat ini. Semua datang dengan dagangan yang sama “bela rakyat”…gue sih gak tau rakyat yang mana, dan entah mereka “wakil” yang tinggal di negeri mana. Kontroversi juga udah merebak, bahkan sampai fatwa haram kalo gak ikutan pesta ini sudah dikeluarkan…hebatnya, masyarakat yang harusnya jadi subyek otoritas fatwa ini banyak yang protes dan menuding otorita tersebut seakan hidup dalam sebuah kesadaran naif. Tapi sudahlah, untuk menghibur hati kita sebelum datangnya “pesta” yang entah berarti apa buat kita..ini ada sebuah puisi. Ya, puisi yang kembali mengingatkan kita bahwa siapapun yang kita pilih sebenernya mereka sudah teralienasi dari kita dan tak sedetik pun mereka akan perjuangkan kepentingan kaum tertindas…layaknya kita…bunga yang tumbuh mekar dengan satu tujuan bahwa dinding penindas kelak harus kita rubuhkan. Puisi ini ditulis oleh Wiji Thukul, sang penyair yang hilang pada akhir era kekuasaan brutal Orde Baru, ini untuk kita kaum marjinal..dan ini untuk mengenangmu pula kawan!:

 

 

Hari ini aku akan bersiul - siul :

Wiji Thukul

 

Pada hari coblosan nanti

Aku akan masuk ke dapur

Akan kujumlah gelas dan sendokku

Apakah jumlahnya bertambah

Setelah PEMILU bubar?

 

 

Pemilu o pilu pilu

 

 

Bilan hari coblosan tiba nanti

Aku tak akan pergi ke mana – mana

Aku ingin di rumah saja

Mengisi jambangan

Atau menanak nasi

 

 

Pemilu o pilu pilu

 

 

Nanti akan kuceritakan kepadamu

apakah jadi penuh karung beras

minyak tanah

gula

atau bumbu masak

setelah suaramu dihitung

dan pesta demokrasi dinyatakan selesai

nanti akan kuceritakan kepadamu

 

 

Pemilu o pilu pilu

 

 

Bila tiba harinya

Hari coblosan

Aku tak akan ikut berbondong  bondong

Ke tempat pemunguan suara

Aku tidak akan datang

Aku tidak akan menyerahkan suaraku

Aku tidak akan ikutan masuk

Ke dalam kota suara itu

PEMILU

O pilu pilu

Aku akan bersiul – siul

Memproklamasikan kemerdekaanku

 

 

Aku akan mandi

Dan bernyanyi sekeras – kerasnya

Pemilu o pili pilu

 

Hari itu aku akan mengibarkan hakku

Tinggi tinggi

Akan kurayakan dengan nasi hangat

Sambel bawang dan ikan asin

 

Pemilu

O pilu pilu

Sambel bawang dan ikan asin

 

10 Nopember ’96



Leave a reply