Menyambut dengan kritis Hari Bebas Kendaraan bermotor Jakarta 2008,
Hari minggu ini tanggal 12 Oktober 2008 di Jakarta tercinta diberlakukan lagi hari bebas kendaraan bermotor. Rute Jln. Sudirman yang biasanya dipilih karena merupakan jalan yang sangat padat di Jakarta hari ini nampaknya bisa dilalui seperti biasa oleh berbagai kendaraan.
Yang gue denger kemarin dari radio El-Shinta hari sabtu kemarin kalau kali ini Jln. H.Rasuna Said alias Kuningan yang akan ditetapkan sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor. Tentu ada dispensasi karena kawasan tersebut juga tak kalah sibuk, selain banyak terdapat kedutaan besar negara - negara sahabat, pusat perbelanjaan ada juga Rumah Sakit MMC, yang akhirnya pak polisi pun sudah ancang - ancang akan menyediakan kendaraan feeder (mungkin bukan feeder tapi penjemput kali ya?) di lampu - lampu merah yang menuju MMC untuk menjemput pasien - pasien yang ingin menuju rumah sakit.
Kenapa sih harus Kuningan? nyusahin aja ! yaa…pertimbangannya begini nih, menurut sumber yang sama (radio El-Shinta) pada hari biasa jumlah kendaraan bermotor yang melintas sebanyak 6000 kendaraan / jam pada hari kerja dan 1500 / jam pada akhir pekan sebuah jumlah yang sangat cukup untuk bikin Jakarta sumpek !!!! selain beban stress macet di jalan, tau sendiri kesadaran orang Indonesia untuk selalu memperhatikan emisi kendaraan bermotornya masih kurang sehingga polusi adalah sesuatu hal yang “wajar” dan kita dipaksa untuk mafhum.
Dikutip dari blog KafeMotor, yaitu blognya para pecinta motor (haha…ketauan yah dari namanya aja ! :-p) begini nih :
“2-3 juta mobil berada di Kota Jakarta pada jam-jam kantor, dan sebesar 3-4 juta untuk motor. Jika separuh saja dari jumlah kendaraan bermotor tersebut menderu pada saat yang sama, berapa juta karbon monoksida (CO), nitrooksida (NOx), dan hidrokabon (HC) yang melayang-layang mencari mangsa di udara kota? Ketiga jenis gas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. CO adalah gas beracun yang apabila terhirup berlebihan bisa menyebabkan kematian mendadak. Masih ingat peristiwa Mobil Mercy Pak Kyai beberapa bulan lalu? Kebocoran pada pipa knalpot berujung maut. Sisa pembakaran yang mengandung CO segera mencabuit nyawa seisi penumpang, berikut supirnya. NOx dan HC sama beracunnya. Keduanya merusak paru-paru sedikit demi sedikit. Anda tentu tidak inginkan paru-paru bocor setelah sekian lama beraktivitas di jalan raya. Gejala kabut di sore hari dan selepas hujan adalah fenomena kimiawi beracun di angkasa kota Anda. Penyebabnya adalah dua jenis gar beracun ini. Jika volume gas NOx dan HC sudah demikian berat menggelayut di angkasa, maka hujan asam akan terjadi pula di atas atmosfir.”
Belum lagi kita bicara tentang kerusakan pada ozon…hadduuh…serem ya ?!.
Lalu kita harus bagaimana, setuju atau tidak setuju ?? ya.,.itu kembali pada anda, tapi kalau nanya gue sih…sebenarnya gue setuju aja hari ini diberlakukan event tersebut tapi tentu kita masih wajib untuk memberikan kritik yang membangun. Kenapa ? menurut hemat gue supaya hal ini tidak menjadi upacara simbolis semata yang ujung - ujungnya malah akan kehilangan makna, lihat 17 Agustusan ya betul sih kita memperingati kemerdekaan tapi fakta justru haru tersebut tidak lagi punya “kekuatan” untuk membuat rakyat Indonesia sadar siapa diri mereka dan kenapa hari ini (17 Agustus) bisa ada, ya..bukan hanya rakyat yang bertanggung jawab tapi sudah lama pula para petinggi negara ini tercerabut dari akarnya…jadi sebuah lingkaran setan yang gak putus - putus sehingga hari yang sebenarnya punya arti besar menjadi sekedar “hari tanggal merah” pelengkap kalender atau sekedar hari dimana ada “sesuatu yang lain dari biasanya”. Begitu pula dengan hari bebas kendaraan bermotor ini, kecuali kalau hari ini memang sekedar mau dijadikan “simbolis” yang sebetulnya malah merepotkan. Masih dari blog tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kompas, pada hari kerja saja ada sekitar 2 - 3 juta kendaraan PRIBADI (belum termasuk transportasi umum) yang berseliweran di Jakarta, kalau jumlah kendaraan pribadi tidak ditertibkan begini bagaimana mungkin hari bebas kendaraan bermotor yang hanya berlangsung beberapa kali dalam setahun bisa memberi hasil??? sudah begitu hanya satu hari lagi !
Memang kendaraan tersebut tak semuanya bisa disalahkan, transportasi publik yang tidak nyaman dan aman, distribusi pendapatan negara yang kebanyakan tersedot ke pusat sampai jalan yang sudah awut - awutan turut memberi kontribusi namun kalau pemerintah punya itikad baik seperti ini sepatutnya memang didukung, dan kritik memang harus karena hal tersebut menandakan jalannya fungsi rakyat sebagai pengawas bukan rakyat yang membeo kayak dulu demi kemajuan bersama. Amin
Vale! untuk kesehatan
Subcomandante Aboud

