tempat sampah gue…

June 30th, 2008

Sewaktu sepakbola gak gratis lagi

Posted by fahmip in Sports

30match_xlg

Baru aja kemarin Spanyol akirnya merengkuh gelar internasional mereka setelah 44 tahun puasa. Tabik !.

Rakyat Indonesia emang sudah lama menggemari olahraga yang satu ini, bahkan bisa dibilang kita juga gila bola, walau sedihnya semenjak negara kita berdiri sebagai Indonesia setelah 1945 kita gak pernah sekalipun masuk Piala Dunia. Olahraga ini bener-bener jadi suatu kegiatan yang bisa menyatukan warga, lawan politik, bahkan lintas agama. Coba kita lihat acara 17 Agustusan kayaknya banyak tuh kelurahan yg ngadain sepakbola, bisa saja variannya seperti bola sarung (itu lo..main bola pake sarung) dll.

Semenjak membludaknya stasiun televisi swasta dimulai oleh RCTI, tayangan inipun hadir ke ruang keluarga kita. satu persatu saluran mulai menawarkan sepakbola sebagai program unggulannya. Dulu RCTI dikenal dengan Liga Italia nya dan SCTV dengan Liga Inggris. Sponsor pun jelas berbondong - bondong masuk, dengan spot iklan yang sudah pasti mahal itu tetap tidak menyurutkan para kapitalis ini untuk memasang iklan mereka.
Tapi semua berubah semenjak Astro, penyedia televisi satelit masuk ke Indonesia. Dimulai dari monopoli nya terhadap Liga Inggris sehingga stasiun televisi biasa tak bisa lagi menyiarkan tayangan tersebut. Nah ! perangpun dimulai…perang rating dan monopoli siaran yang sialnya merembes sampai bulutangkis Thomas dan Uber Cup kemarin yg juga menyita perhatian banyak rakyat Indonesia.

Gilanya, para pelanggan televisi berbayar lainnya sekalipun mereka menonton saluran televisi lokal namun sekarang sudah tidak bisa menonton tayangan - tayangan olahraga tersebut..padahal dahulu sebelum Astro datang hal tersebut tak berpengaruh, karena televisi lokal mempunyai pemancar sendiri dan dengan menggunakan televisi kabel adalah sebagai substitusi dari antena luar.

Tapi benarkah sepakbola dari dahulu gratis alias nggak bayar? jujur gue sebenarnya agak ragu. Ini memang masih pandangan pribadi gue sih…bisa aja salah tapi hey who knows, right?. Iklan adalah sarana untuk mempromosikan suatu komoditas, baiklah itu barang atau jasa. Media adalah medium dimana iklan bisa disampaikan kepada khalayak ramai. Tak heran bukan kalau televisi digemari oleh para pengiklan untuk menayangkan promosi produk mereka, karena televisi mempunyai pemirsa dan dari sana pemirsa akan menyaksikan apa sebenarnya yang tengah ditawarkan. Pemirsa memang mempunyai kekritisan, namun harus juga diperhatikan kalau bukan rahasia lagi kalau televisi bisa membentuk suatu gaya hidup, dan produk produk yang mendukung gaya hidup tersebut dengan mengiklankan lalu disaksikan oleh pemirsa dapat saja membentuk suatu pemikiran pada pemirsa kalau iapun harus atau ingin mencoba.

Kita lagi ngomong bola kan ? iya…sekarang gue mau tanya kalau nonton bola biasanya kan rame - rame. Katakanlah lo semua nonton di rumah deh gak usah ngafe tapi nontonnya bareng2 temen, masa iye lo gak sedia apa - apa ? mau ngemutin jempol aja ? hahaha…

Nah minimal kan ada kopi, kacang, makanan kecil ato mungkin minuman ringan kan ? mungkin ditambah dengan rokok bagi yang merokok. Dari mana elo - elo semua bisa tahu jenis makanan tersebut hadir dengan merk apa aja sih atau merk (brand) apa yang cocok kalau bukan dari iklan? gak percaya ? misalnya lo nanya temenlo tentang suatu barang lalu temen lo merekomendasikan suatu brand, katakanlah merk gel rambut yang bisa bikin rambut lo keren kayak Beckham emangnya lo kira itu bukan iklan? justru itu adalah iklan gratis buat para penjual karena dengan begitu temenlo udah turut mempromosikan brand mereka. Nah…sepakbola juga gak lepas dari gini - ginian coba deh lo perhatiin kan suka ada tuh iklan kacang sama minuman ringan (ga usah sebut merk yah, dah tau kan ?) belum lagi iklan rokok yang jadi sponsor utama….

Kapitalisme memang hebat dalam menggiring orang - orang menjadi konsumtif, kadang beli bukan karena butuh tapi karena "kepengen" dan "kepengen" nya ini bisa jadi impulsif yaitu karena dibentuk oleh budaya konsumtif dimana kita terekspos oleh berbagai jenis/macem iklan dalam satu hari, sedihnya hal begini berpengaruh buat orang orang dengan daya beli tinggi lebih sedih lagi udahlah makan aja pas - pasan eeeh…mau gaya gayaan hahaha…

Ok back to the point tadi diatas itu hanya intermezzo bukan sepakbola lah ! balik ke masalah kudapan, minuman dan rokok. Dengan hadirnya promosi2 tersebut itu membuat orang percaya "oh iya enaknya kita NonBar ditemani (produk ini ini dan itu…) dengan begitu ada sebuah "ongkos" yang dibayarkan, kira2 seperti ini:

Iklan (membayar ke televisi) —-> televisi (disaksikan oleh pemirsa) —> pemirsa (akhirnya jadi membeli produk karena "kepengen" —> profit (balik ke pengiklan)

Nah kawan - kawan pecinta sepakbola sekalian, sepakbola sebenernya memang gak pernah 100% gratis kan ? tapi paling gak orang pas - pasan kayak kita masih bisa dapat hiburan sekedar melepas lelah eeeh…skrng diembat juga ama kapitalis gede hahaha….

Ya udah deh cabs dolo…oh ya jangan terlena dan percaya aja atas apa yang terjadi di sekitarlo..kritis ! karena kita anak muda

Vale. Untuk kesehatan. Semoga Indonesia menyajikan pertandingan menawan di kemudian hari



Leave a reply