tempat sampah gue…

April 26th, 2008

Di tanah ini

Posted by fahmip in politik

Di tanah ini, kawan….
di rumah kita ini…
disini terbujur jasad tulang - belulang ayah ibu kita…
di sini kawan….di rumah kita

Di sini kawan…
di tanah kita ini para tetua meneteskan darah dan air mata
di rumah kita ini kawan…
Mereka berteriak dan berkeringat demi kaum papa…

Di sini kawan….
di rumah kita ini kawan
di tanah ini ketika para pengkhianat lahir dan mengambil harta kita…
seolah zamrud khatulistiwa milik mereka

Di sini kawan…
ketika seorang pekerja pulang dalam keadaan hampa
di rumah kita kawan ketika para pelacur yang memegang kuasa…
di sini kawan seharusnya kita bertarung, di sini kita juga mati….

April 7th, 2008

Dilema seorang perokok

Posted by fahmip in politik

Sebagai seorang perokok berat aku di satu sisi mengalami pergulatan karena rokok…yang hancur bukan hanya diriku namun juga para perokok pasif disekelilingku, untuk berhenti memang sulit rasanya…ah aku telah menjadi seperti "mereka" namun inilah yang bisa kutuliskan lewat kata…sedikit pemikiranku. Artikel ini kukerjakan untuk Healthy Life magazine dimana aku juga bekerja disitu, ini mungkin akan dimuat untuk edisi Mei yah…tergantung editornya:

Bahaya mengancam untuk perokok pasif

Merokok adalah kesenangan yang paling mudah dan murah dalam hidup, begitu kata Sigmund Freud seorang pakar neurologi yang juga seorang psikolog tersohor dari Austria meledek kebiasaan buruk ini namun anehnya digemari banyak orang di dunia menjadikan industri tembakau menjadi tambang uang yang luar biasa dewasa ini. Tembakau merupakan komoditas hasil alam yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku rokok. Tembakau memiliki sejarah yang amat panjang karena semenjak ribuan tahun yang lalu manusia sudah mulai menggunakannya. World Health Organization telah menyatakan merokok merupakan penyebab kematian kedua terbesar dunia, telah banyak penelitian yang menunjukkan tidak baiknya rokok untuk kesehatan penghisapnya namun apakah anda sadar bahwa isu ini tidak berhenti sampai disini? Isu lain yang seharusnya mendapat perhatian ialah bahaya yang menguntit para perokok pasif.

            Ya, perokok pasif pun bisa mendapat getahnya dari rokok. Istilah perokok pasif (secondhand smoker) merujuk pada keadaan ketika seseorang menghirup asap rokok secara tidak intensional (secara sadar dan sengaja melakukannya). Bahaya ini disebabkam oleh asap dari rokok itu sendiri, karena asap yang merupakan pembakaran dari batang rokok itu kemudian menyebar keudara. Di beberapa negara Eropa telah diadakan larangan untuk merokok di tempat umum, karena asap rokok tidak menghilang begitu saja namun sisa – sisanya pun masih “lengket” disekitar itu anda bisa perhatikan pada mobil dari perokok di dalam mobil tersebut kerap di langit-langitnya terdapat warna kekuningan dan bau rokok yang khas ketika kita masuk itulah sisa dari pembakaran tersebut. Karena tidak melalui proses penyaringan yang cukup, sisa pembakaran itu mempunyai konsentrasi yang tinggi. Pada akhirnya asap tersebut menyebabkan perokok pasif yang menghisap asap tersebut mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan seperti: penyakit jantung, kanker paru-paru atau gangguan pernafasan. Sebuah penelitian dilakukan di Amerika Serikat mengenai efek kanker paru-paru yang bisa mengancam perokok pasif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan, belum lagi penyakit lainnya. Perokok pasif juga seringkali menjadi korban perokok di tempat umum yaitu bisa terkena iritasi seperti mata berair dan gatal, dan hidung yang terus berair seperti ketika pilek disebabkan oleh asap rokok, sudah seharusnya pemerintah berbuat sesuatu untuk menertibkan hal ini dan masyarakat pun secara swadaya berupaya dengan metode yang bisa diterapkan di komunitas masing-masing untuk saling bahu-membahu untuk mengatasi isu ini.

            Bukan hanya itu, isu lain yang masih juga menyangkut perokok pasif ialah anak-anak. Anak-anak sebetulnya amt rentan, karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The National Asthma Council of Australia menunjukkan kalau aktifitas merokok yang dilakukan di rumah oleh orang tua dapat meningkatkan kemungkinan serangan asma pada anak, selain itu anak yang terlahir dengan asma jika mereka terbiasa dengan adanya asap rokok di rumah mengalami kemungkinan terjangkit penyakit lain dengan persentase yang lebih besar. Di Amerika Serikat sekitar 40% dari anak – anak menjadi perokok pasif, bukan hanya asma anak anak ini memiliki kemungkinan lebih besar mengalami infeksi pernapasan, kondisi fisik yang lebih lemah atau kelainan perkembangan paru-paru.

            Kalau sudah begini bukankah kita sebagai anggota masyarakat harusnya berbuat sesuatu untuk menyelamatkan anak-anak kita? Berhenti merokok memang bukanlah sesuatu yang mudah, dan itu adalah pilihan yang bersifat privat. Namun jika seseorang memilih untuk menjadi perokok maka lakukanlah aktifitas tersebut dengan sendirian atau ditempat dimana tidak akan”meracuni” orang lain, sehingga membuat dunia kita menjadiu lebih indah sehingga memungkinkan kita semua untuk ko-eksis.

April 1st, 2008

Awan kecil, Marcos dan Revolusi Cinta

Posted by fahmip in politik

Marcos

Ah kawan, engkau tentu tahu bagaimana aku amat menggagumi Subcommandante Marcos. Orang yang dianggap "penjahat" oleh Amerika, dianggap "pengganggu" oleh pemerintah Meksiko, amun bagiku ialah orang yang melatih aksara untuk memecah kebisuan, semulia kehormatan, selembut cinta, setajam belati dan mempunyai daya ledak bagai peluru. Pada satu hari sang komandan pun mendongeng….ya, bagai seorang kakek bercerita pada cucunya. Cerita indah nan bermakna, bagai meletakkan sedikit nafas hidup yang terbuang kepada sang penerus.

Alkisah pada suatu hari terdapat awan kecil, begitu kecilnya hanya segumpal. Ia yang selalu terpinggirkan, diasingkan oleh sekumpulan awan besar. Ketika suatu hari ia merubah dirinya menjadi setetes hujan….hujan yang memberi nafas dan kehijauan, hujan yang membuat kehidupan muncul dari dalam perut bumi…walau ia terlupakan namun setetes rintik air itu tak pernah tersia-siakan.

Engkau mungkin bertanya padaku wahai kawan, apa yang ingin kutulis? sabarlah…sebelumnya aku ingin bertanya padamu "apa engkau begitu percaya akan dogma dan rekayasa realita yang dijejalkan kepadamu tiap hari?". Aku a\tak begitu percaya wahai kawan ketika aku masih melihat jika seorang manusia masih hrus mengais tempat sampah sekedar mengganjal perut, dan aku tak begitu percaya ketika aku melihat masih ada anjing yang dihidupi jauh lebih layak dari kumpulan orang-orang terbuang.

Engkau mungkin bosan mendengarkan aku selalu mendendangkan lagu "Revolusi" dan aku pun tak kan heran jika engkau mengganggapku telah gila. Tapi apakah engkau akan bertanya "apa revolusimu dilandasi kebencian?", jika ya akan kujawab engkau benar namun engkau pun salah. Ya, kebencianku terhadap segelintir lintah yang menghisap darah mengalir….padahal SANG ARSITEK memberikan kita ruang untuk bernafas. Tidak, engkau salah karena sang Nabi utusan Tuhan berpeluh, meneteskan air mata dan BERDARAH karena cinta. Cinta kepada kehidupan yang mulia, dimana tak ada seorang manusia yang mengangkat dirinya sebagai sistem dimana dia menjadi "tuhannya", sebuah keadaan dimana manusia dimanusiakan seperti fitrahnya. Tak perlu seorang utusan Tuhan yang mulia dan ma’sum , yang membawa pesan cinta Tuhan kepada manusia namun seorang gerilyawan terasing seperti Ernesto Guevara bertarung dengan cinta, cinta untuk menghapus ketidakadilan, kebengisan dan kezaliman dimana segelintir merampas kemanusiaan kebanyakan manusia lainnya.

Cinta…sehalus sutra, setajam belati namun dengan cinta racun terasa lebih manis dari gula. Dengan cinta Marcos, Ernesto, Gandhi dan manusia-manusia lainnya berdarah dan meneteskan air mata dan karena cinta Muhammad sang manusia mulia sampai akhir kata dapat berkata….ummati…ummati…Allahumma Sholi ala Muhammad wa ala alishollihi Muhammad.

Dan cinta….apa itu cinta ?