tempat sampah gue…

January 10th, 2008

Secarik surat untuk pak ustad

Posted by fahmip in Uncategorized

Assalammu’alaikum warahmah wabarakatuh,

Pak ustad yang saya hormati, semoga bapak-bapak senantiasa diberikan rahmat dan berkah Allah untuk sekeluarga dan diri Pak ustad sekalian. Ulama atau cendekiawan amat dibutuhkan karena Rasulullah SAW pernah berpesan kepada kita semua bahwa kalianlah pewaris para nabi (kalau saya salah tolong dibetulkan ya?). Karena itu kami senantiasa menghormati kalian karena kami yakin kalian adalah guru kami yang bisa menolong kami mengarungi kehidupan dan memahami eksistensi serta untuk tujuan apa kami diciptakan. Pak ustad yang baik, saya menulis surat ini karena sesuatu hal yang mengganjal bahkan miris saya melihatnya pak ustad jangan marah ya ? saya memang tidak pandai berkata - kata maklum bukan pujangga….Pak ustad, bolehkah saya menuangkan sedikit apa yang mengganjal dihati lewat puisi?

Imam yang kuhormati
Ustad yang mengajari
Kalian diciptakan untuk mengayomi umat
Yang kelakuannya selalu saja kumat

Imam yang kusayangi
dan para ustad dan guru yang kuhargai
Kalianlah yang seharusnya menjadi pelita
Bukan karena fitnah kalian menjadi bencana

Sang nabi pernah berkata bahwa akan terjadi "mesjid hanya indah berhias namun kosong"
Bagiku sama saja menjadikan umat ompong

Masjid besar itu sangat indah bahkan megah
Bahkan dibangun dengan ambisi yang membuat semua terpesona
Ia senantiasa terang
Bahkan menjulang

Tapi tahukah wahai guru kami
di tepi mesjid yang terang itu nampak kegelapan
kotor…kumel…kumuh
Tanpa harapan

jangan, jangan lagi menghardik
bahwa mereka tak terdidik
kalau untuk makan pun tak bisa
mencari sesuap nasi pun dihina

Gelap…amat gelap hati
segelap muka yang terbenam dalam lumpur
lumpur dan debu jorok asap metromini
mungkin mengais nasi sisa  seperti bulgur

Wahai ustad yang kuhormati
Tak miris kah engkau 
bukankah agama ini hadir sebagai pembebas?
Pembebas dari segala kezaliman, kejumudan dan penderitaan
Tak miris kah selagi kalian berjubah indah, tasbih gading gajah
Disana….beberapa langkah darimu kegelapan malam menelan mereka
Tanpa punya harapan
lalu dimana fungsi ulama?

Pak ustad dan Kyiai yang begitu kuhormati, bukankah kalian seharusnya berada diantara kami? Alangkah baiknya jika kalian membumi tak lagi senantiasa berada di awan. Guru kami apakah kalian sudah membaca tentang Haji Agus Salim, Haji Ahmad Dahlan atau Haji Misbach maupun HAMKA? mereka adalah para ulama yang pernah dimiliki negeri ini yang mendedikasikan hidupnya untuk kemaslahatan umat -tidak hanya dibibir, namun dengan perjuangan, keringat maupun air mata- bahkan Haji Agus Salim pernah berkata bahwa jalan memimpin adalah penderitaan, dan Kyai Ahmad Dahlan yang ingin senantiasa menyantuni anak yatim, dan seorang "Kyai merah" Haji Misbach yang begitu membumi membaur dengan masyarakat dan amat kesalnya terhadap pemerintah kolonial yang menganggap pribumi bahwa setingkat hewan.

Kulihat kalian begitu mapan saat ini, tak khawatirkah kalian wahai guru kami kalau nanti Allah menanyakan darimana itu berasal, untuk apa kau gunakan, untuk kebaikan kah ? halal kah ? bukankah dihadapan Allah itu akan memberatkanmu wahai guruku tercinta? tentunya kami tak suudzon kepada kalian namun kulihat kolega kalian senang sekali mengendarai motor besar atau beberapa kulihat dari kalian ketika menghadiri majelis dzikir begitu mengangung-agungkan salah seorang pembesar negeri ini yang tak mempunyai empati terhadap kaum tertindas. Nelson Mandela pernah bilang "sebuah negara harus dilihat bukan bagaimana dia memperlakukan rakyatnya yang paling tinggi tapi bagaimana ia memperlakukan warganya yang paling rendah". Jangan marah Pak Kyai, Ulama maupun ustadku yang kusayangi dan selalu kami doakan, kulakukan ini karena kami mencintai kalian dan tak ingin kalian diajukan ke mahkamah Allah kelak nanti, ya…cinta, sebuah kata yang mengandung banyak makna walau kerapkali harus melalui perbuatan yang tak lembut namun pada akhirnya ia mempunyai arti lebih manis dari pada madu.

Wassalam warahmah

dari muridmu

January 8th, 2008

Ketika sang penguasa terlupa

Posted by fahmip in Uncategorized

Apa hakmu membuat kami sengsara?

Apakah kami begitu kotor dimatamu sehingga dengan tega kau menorehkan lara?

Atau dimatamu kami begitu kotor dan tak berharga?

Mungkin bagai tinja…

Dulu ada sebuah janji kalau kami tak akan dibiarkan menganga

Mengais sesuap nasi dari sisa sisa

Kami tak

kan

menangis karena tak ada biaya

Untuk sekedar mengobati tubuh kami yang terluka

Dulu katanya tempat ini akan menjadi lebih makmur

Karena dipegang oleh ahlinya

Tapi apa lacur

Kau menjadi sejahat Rahwana !!!!

Wahai penguasa!

Ingatlah, sang nabi telah berkata

Bahwa penguasa mempunyai kewajiban terhadap rakyatnya

Bukan melibas mereka seakan tak berharga