tempat sampah gue…

February 8th, 2009

Hari ini aku bersiul - siul

Posted by fahmip in politik

Menjelang PEMILU, alias Pesta Demokrasi negeri ajaib bernama Indonesia ini kita udah bisa ngeliat para peserta yang abis - abisan tampil mengkilap ganteng - ganteng dan cantik - cantik. Wuidiiiih…jangan salah bujet bikin spanduk, flyer sampe bilboard seakan jadi rezeki buat perusahaan - perusahaan cetak dan sablon yang menuai rezeki dadakan saat ini. Semua datang dengan dagangan yang sama “bela rakyat”…gue sih gak tau rakyat yang mana, dan entah mereka “wakil” yang tinggal di negeri mana. Kontroversi juga udah merebak, bahkan sampai fatwa haram kalo gak ikutan pesta ini sudah dikeluarkan…hebatnya, masyarakat yang harusnya jadi subyek otoritas fatwa ini banyak yang protes dan menuding otorita tersebut seakan hidup dalam sebuah kesadaran naif. Tapi sudahlah, untuk menghibur hati kita sebelum datangnya “pesta” yang entah berarti apa buat kita..ini ada sebuah puisi. Ya, puisi yang kembali mengingatkan kita bahwa siapapun yang kita pilih sebenernya mereka sudah teralienasi dari kita dan tak sedetik pun mereka akan perjuangkan kepentingan kaum tertindas…layaknya kita…bunga yang tumbuh mekar dengan satu tujuan bahwa dinding penindas kelak harus kita rubuhkan. Puisi ini ditulis oleh Wiji Thukul, sang penyair yang hilang pada akhir era kekuasaan brutal Orde Baru, ini untuk kita kaum marjinal..dan ini untuk mengenangmu pula kawan!:

 

 

Hari ini aku akan bersiul - siul :

Wiji Thukul

 

Pada hari coblosan nanti

Aku akan masuk ke dapur

Akan kujumlah gelas dan sendokku

Apakah jumlahnya bertambah

Setelah PEMILU bubar?

 

 

Pemilu o pilu pilu

 

 

Bilan hari coblosan tiba nanti

Aku tak akan pergi ke mana – mana

Aku ingin di rumah saja

Mengisi jambangan

Atau menanak nasi

 

 

Pemilu o pilu pilu

 

 

Nanti akan kuceritakan kepadamu

apakah jadi penuh karung beras

minyak tanah

gula

atau bumbu masak

setelah suaramu dihitung

dan pesta demokrasi dinyatakan selesai

nanti akan kuceritakan kepadamu

 

 

Pemilu o pilu pilu

 

 

Bila tiba harinya

Hari coblosan

Aku tak akan ikut berbondong  bondong

Ke tempat pemunguan suara

Aku tidak akan datang

Aku tidak akan menyerahkan suaraku

Aku tidak akan ikutan masuk

Ke dalam kota suara itu

PEMILU

O pilu pilu

Aku akan bersiul – siul

Memproklamasikan kemerdekaanku

 

 

Aku akan mandi

Dan bernyanyi sekeras – kerasnya

Pemilu o pili pilu

 

Hari itu aku akan mengibarkan hakku

Tinggi tinggi

Akan kurayakan dengan nasi hangat

Sambel bawang dan ikan asin

 

Pemilu

O pilu pilu

Sambel bawang dan ikan asin

 

10 Nopember ’96

November 22nd, 2008

Bapak Kumis yang terhormat….

Posted by fahmip in politik

Bapak Kumis yang terhormat…

Tidak terasa sudah diujung masa kursi mu akan reyot dimakan “rayap-rayap”…

Rayap - rayap yang bisa menjelma jadi raksasa berebut ingin pula duduk di kurismu…

Rayap yang justru bilang kalau mereka adalah “rayap terbaik” yang dipunyai hutan rimba kita ini…

 

Bapak Kumis yang terhormat…

Tak kerasa kenyamanan juga membuat kumismu makin kinclong…

Bagaimana tidak, bukankah Istana menyediakan segalanya

Semir sepatu, rambut, bahkan semir kumis dan kopiah serta setelan jas buatan luar negeri yang bikin bapak makin berwibawa…

 

Bapak Kumis yang terhormat…

Salut saya dengan bapak dengan semangat tolong - menolong yang anda miliki

Dengan hebat anda bilang “kalau saya tidak membantu bukankah ini diskriminasi?”

Pantas lah si rayap bau lumpur itu bisa tersenyum lebar dengan  itu jadi rayap paling kaya di hutan kita ini….

 

Tapi Bapak kumis yang terhormat….

Apa Bapak tahu apa itu “diskriminasi” ?

Dimana “diskriminasi” ketika si rayap bau lumpur itu menenggelamkan sarang penduduk hutan kita….megep - megep boro - boro gak ada yang bantuin 

Kata si rayap bau lumpur itu “sudah!” ooo…sudah…

Dimana “diskriminasi” ketika bapak Kumis sibuk “meresmikan” landasan untuk capung - capung mancanegara bisa mampir….ehh pasirnya malah ngeruk jatah makan orang….

 

Bapak Kumis yang terhormat….

Bapak memang hebat….

Bisa senyum dengan meyakinkan seolah - olah tak terjadi apa - apa

Mungkin bapak memang sadar kalau perilaku manusia kadang tak lebih baik dari penghuni hutan….

 

 

Vale !

November 8th, 2008

Haruskah kita turut “merayakan” kematian mereka ?

Posted by fahmip in politik

Amrozi, Imam Samudera dan satu kawannya yang gue lupa namanya memang tinggal menunggu ajalnya detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam atau bahkan hari. Kematian yang membayangi mereka lewat eksekusi mati yang sampai hari ini masih terus tertunda, seakan tidak menyurutkan semangat mereka dalam membela agama Tuhan. Reaksi umat Islam sendiri pun bermacam - macam baik yang tak sabar menunggu kematian mereka dengan sorak sorai ataupun yang mengancam akan melakukan tindak balas terhadap pemerintah kalau memang eksekusi itu jadi dilakukan.

Islam senantiasa menjadi sebuah jalan hidup yang penuh kontroversi dimata para manusia yang meyakini ideologi jalan lain untuk mengarungi samudera kehidupan ini, tak terkecuali di Indonesia dimana masyarakat dari berbagai keyakinan sampai atheis sekalipun berkumpul dalam suatu wadah yang diberi nama NKRI ini. Sedari dulu Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan kalau para pemeluk agama Islam akan senantiasa asing dan terasing sehingga bukan suatu hal yang mengherankan lagi bagi para muslimin - muslimat dalam menghadapi kenyataan tersebut. 

Terlebih setelah peristiwa 9/11 seakan - akan Islam menjadi suatu ideologi berdarah yang mungkin harus dibasmi dari muka bumi ini, sembari orang melupakan apa yang terjadi di Soviet di bawah Stalin atau bahkan akibat Kapitalisme yang dimotori negara - negara Barat dalam merubah peta politik di negara - negara yang menjadi rival politiknya…sebut saja Nicaragua dengan pasukan Kontra - nya dan suatu tragedi kemanusiaan di negeri kita yang tetap menjadi misteri hingga hari ini, pembunuhan para anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. 

Amrozi, Imam Samudera dan seorang kawannya telah memilih jalan mereka sendiri dengan melakukan pengeboman di Bali yang menewaskan banyak manusia dan mengakibatkan kerugian materil yang tidak sedikit atas nama jihad. Bagi kelompok mereka itulah jalan yang memang harus ditempuh dalam memerangi kaum kuffar yang mengakibatkan jutaan penderitaan bagi kaum Muslimin. Kontroversial memang, karena memang gue sekalipun tidak menyetuji langkah keras yang bukan menjadi solusi untuk menumbangkan kapitalisme global dan sistem neoliberalisme yang bukan saja menyengsarakan ummat Islam namun telah menjerumuskan kemanusiaan dengan mengakibatkan berbagai derita di negara - negara dunia ketiga. Gue yang tidak mengerti hukum Islam namun sedikit sekali ini, mungkin percaya dengan argumen hukum qishas walau tidak berani menyatakan demikian bukan karena takut tapi karena terbatasnya ilmu yang gue miliki dimana dalam hukum tersebut seseorang yang membunuh bisa saja dikenakan hukum yang setimpal yakni hukum mati. Keadaan itulah yang ada didepan ketiga orang tersebut dan seolah menegaskan kalau orang Islam yang baik adalah orang yang senantiasa “memburu” kematian. Terdapat banyak sekali pertentangan fikiran dalam kepala gue bagaimana harus menyikapi hal ini.

Mari kita sedikit melanglang buana ke Mesir, tanah para Fir’aun, Sphinx dan piramida. Tanah yang juga menyimpan cerita bagaimana Allah Ta’ala menyelamatkan Bani Israil dari kejaran penguasa zalim yang akhirnya ditenggelamkan ke dalam Laut Merah yang kisahnya dengan jelas terekam dalam Al - Qur’an. Di tanah ini pula seorang Sayyid Quthb, seorang sastrawan Arab - Mesir yang mendapat berbagai kesempatan untuk belajar ke beberapa negara seperti Amerika dan juga seorang penulis yang brilian menyaksikan suatu hal yang membuatnya heran dan jijik ketika orang Eropa (terlebih Inggris) imperialis merayakan kematian Hassan Al - Banna dengan penuh sukacita solah hari tersebut memang disiapkan sebagai hari berpesta pora, peristiwa ini kelak yang membuatnya memutuskan untuk masuk ke dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin sampai ajalnya digantung oleh pemerintahan rezim Gamal Abdul-Nasser.

Kembali ke Amrozi & Co., gue mengakui dalam pandangan gue apa yang mereka lakukan adalah salah sebab ini bukanlah perng frontal satu sama lain dalam medan. Tapi suatu peristiwa yang diberitakan oleh suatu portal berita di internet membuat jiwa gue bergolak dan darah gue mendidih !

Masyarakat Bali mengadakan suatu “perayaan” yang dibungkus dalam tema “Bali berdoa bersama demi kemanusiaan”. Acara apa ini ??? ya mereka memang salah dan yang membuat kemarahan gue memuncak terdapatnya orang islam yang juga turut meramaikan “pesta” ini, apa yang sebetulnya ada di pikiran kalian wahai kaum Muslimin ?! Bukankah mereka sama seperti kalian melakukan sembahyang dan puasa beserta beberapa kewajiban lainnya ? inikah yang kalian sebut toleransi ??? Inikah yang kalian sebut ingin hidup berdampingan dengan damai beserta ummat lain, dengan merayakan tumpahnya darah saudara kalian ?? Ya mereka memang salah ! Tapi kalian tidak seharusnya merayakan “pesta” bersama kaum - kaum lain, seharusnya kalian berdoa dan sibuk mendidik anak - anak kalian langkah dan strategi apa yang harus diemban bagi para tunas muda Islam tersebut dalam menegakan keadilan, dan membawa rahmat bagi alam semesta lewat dien yang Allah turunkan lewat para nabi dan rasul yang berpeluh dan bersedia berjuang meregang nyawa dalam memperjuangkan yang haq ! Kalian tak percaya ini sebuah pesta ? kalau begitu buat apa kalian berkumpul sambil tersenyum dan membawa alat - alat musik ? bukankah ini namanya “perayaan” tak peduli dibungkus dengan nama apapun ?? 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demi disebut “toleran” , “kooperatif”, dan “moderat” kalian tega ikut berpesta atas kematian saudara kalian ? Bukankah kalian seharusnya berfikir ini adalah sebuah kekalahan dan kesalahan strategi gerakan Islam dan sibuk merenung dan belajar kembali bukan dengan jalan membuat bom, tapi dengan otak bagaimana kita bisa mengangkat harkat ummat yang banyak tapi tak bermutu ini ! Nabi sudah lama mengatakan kelak akan datang zaman dimana kita banyak tapi seperti buih dilautan….bagaimana kita bisa kembali kepada keindahan dan kebaikan ajaran Islam kalau kalian masih lebih mencintai para thaghut daripada mencintai jalan yang diberkahi ini, dan bagaimana kita bisa saling menyayangi kalau kalian masih lebih mencintai orang lain daripada mencintai saudara kalian sendiri, wahai Muslimin yang diberkati Allah bukankah Rasulullah mengatakan kita ini seperti satu tubuh ? penderitaan sebagian anggota tubuh terasa oleh bagian tubuh yang lain ? Wahai Muslimin di Bali, kalian lebih suka mendengar para “cendekiawan” yang mengatakan kalau mereka juga Muslimin namun mereka lebih “maju, modern, dan berfirikan terbuka” ? yang justru karena “kepandaian” mereka seakan ketika mereka melihat kembali kepada bagian mereka (kaum Muslimin) melihat dengan pandangan melecehkan dan mendengus lalu berkata “kalian telah ketinggalan zaman, dengan demikian keyakinan ini harus dikritisi dan dirombak!” . Agama memang mengajarkan kita untuk kritis namun jika kalian masih mengaku Islam lalu mempreteli Islam satu - persatu lalu apa yang tersisa dalam Islam ? dan kalian masih bangga mengatakan bahwa kalian orang Islam ? Bukankah perilaku borjuis ini sama seperti perilaku para priyayi terdidik zaman kolonialisme Belanda dahulu dimana kaum borjuis itu memandang hina kepada sesama kaum pribumi namun yang kebetulan bernasib menjadi kaum proletar teritndas di zaman itu? Wahai saudaraku…jangan berlebihan ! kelak kalian akan tahu siapa yang berdusta dan kelak kalian akan melihat kalau dua kelompok Islam baik yang kalian agungkan tersebut dan kelompok Amrozi & Co. seperti cerminan satu sama lain yang tidak menjadi solusi untuk membawa ke jaman keemasan ummat ini kembali. 

 

”Wahai Tuan kami, ampunilah kami atas kesalahan-kesalahan kami, dan lepaskanlah kami dari kejahatan-kejahatan kami, dan matikanlah kami berserta orang-orang yang taat.” (Ali - Imran:193)”

Wassalam

October 11th, 2008

Menyambut dengan kritis Hari Bebas Kendaraan bermotor Jakarta 2008,

Posted by fahmip in Travel  Tagged

Hari minggu ini tanggal 12 Oktober 2008 di Jakarta tercinta diberlakukan lagi hari bebas kendaraan bermotor. Rute Jln. Sudirman yang biasanya dipilih karena merupakan jalan yang sangat padat di Jakarta hari ini nampaknya bisa dilalui seperti biasa oleh berbagai kendaraan.

Jln.Soedirman

Jln.Soedirman

Yang gue denger kemarin dari radio El-Shinta hari sabtu kemarin kalau kali ini Jln. H.Rasuna Said alias Kuningan yang akan ditetapkan sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor. Tentu ada dispensasi karena kawasan tersebut juga tak kalah sibuk, selain banyak terdapat kedutaan besar negara - negara sahabat, pusat perbelanjaan ada juga Rumah Sakit MMC, yang akhirnya pak polisi pun sudah ancang - ancang akan menyediakan kendaraan feeder (mungkin bukan feeder tapi penjemput kali ya?) di lampu - lampu merah yang menuju MMC untuk menjemput pasien - pasien yang ingin menuju rumah sakit.

Kenapa sih harus Kuningan? nyusahin aja ! yaa…pertimbangannya begini nih, menurut sumber yang sama (radio El-Shinta) pada hari biasa jumlah kendaraan bermotor yang melintas sebanyak 6000 kendaraan / jam pada hari kerja dan 1500 / jam pada akhir pekan sebuah jumlah yang sangat cukup untuk bikin Jakarta sumpek !!!! selain beban stress macet di jalan, tau sendiri kesadaran orang Indonesia untuk selalu memperhatikan emisi kendaraan bermotornya masih kurang sehingga polusi adalah sesuatu hal yang “wajar” dan kita dipaksa untuk mafhum.

Dikutip dari blog KafeMotor, yaitu blognya para pecinta motor (haha…ketauan yah dari namanya aja ! :-p) begini nih :

2-3 juta mobil berada di Kota Jakarta pada jam-jam kantor, dan sebesar 3-4 juta untuk motor. Jika separuh saja dari jumlah kendaraan bermotor tersebut menderu pada saat yang sama, berapa juta karbon monoksida (CO), nitrooksida (NOx), dan hidrokabon (HC) yang melayang-layang mencari mangsa di udara kota? Ketiga jenis gas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. CO adalah gas beracun yang apabila terhirup berlebihan bisa menyebabkan kematian mendadak. Masih ingat peristiwa Mobil Mercy Pak Kyai beberapa bulan lalu? Kebocoran pada pipa knalpot berujung maut. Sisa pembakaran yang mengandung CO segera mencabuit nyawa seisi penumpang, berikut supirnya. NOx dan HC sama beracunnya. Keduanya merusak paru-paru sedikit demi sedikit. Anda tentu tidak inginkan paru-paru bocor setelah sekian lama beraktivitas di jalan raya. Gejala kabut di sore hari dan selepas hujan adalah fenomena kimiawi beracun di angkasa kota Anda. Penyebabnya adalah dua jenis gar beracun ini. Jika volume gas NOx dan HC sudah demikian berat menggelayut di angkasa, maka hujan asam akan terjadi pula di atas atmosfir.”

Belum lagi kita bicara tentang kerusakan pada ozon…hadduuh…serem ya ?!.

Lalu kita harus bagaimana, setuju atau tidak setuju ?? ya.,.itu kembali pada anda, tapi kalau nanya gue sih…sebenarnya gue setuju aja hari ini diberlakukan event tersebut tapi tentu kita masih wajib untuk memberikan kritik yang membangun. Kenapa ? menurut hemat gue supaya hal ini tidak menjadi upacara simbolis semata yang ujung - ujungnya malah akan kehilangan makna, lihat 17 Agustusan ya betul sih kita memperingati kemerdekaan tapi fakta justru haru tersebut tidak lagi punya “kekuatan” untuk membuat rakyat Indonesia sadar siapa diri mereka dan kenapa hari ini (17 Agustus) bisa ada, ya..bukan hanya rakyat yang bertanggung jawab tapi sudah lama pula para petinggi negara ini tercerabut dari akarnya…jadi sebuah lingkaran setan yang gak putus - putus sehingga hari yang sebenarnya punya arti besar menjadi sekedar “hari tanggal merah” pelengkap kalender atau sekedar hari dimana ada “sesuatu yang lain dari biasanya”. Begitu pula dengan hari bebas kendaraan bermotor ini, kecuali kalau hari ini memang sekedar mau dijadikan “simbolis” yang sebetulnya malah merepotkan. Masih dari blog tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kompas, pada hari kerja saja ada sekitar 2 - 3 juta kendaraan PRIBADI (belum termasuk transportasi umum) yang berseliweran di Jakarta, kalau jumlah kendaraan pribadi tidak ditertibkan begini bagaimana mungkin hari bebas kendaraan bermotor yang hanya berlangsung beberapa kali dalam setahun bisa memberi hasil??? sudah begitu hanya satu hari lagi !

Memang kendaraan tersebut tak semuanya bisa disalahkan, transportasi publik yang tidak nyaman dan aman, distribusi pendapatan negara yang kebanyakan tersedot ke pusat sampai jalan yang sudah awut - awutan turut memberi kontribusi namun kalau pemerintah punya itikad baik seperti ini sepatutnya memang didukung, dan kritik memang harus karena hal tersebut menandakan jalannya fungsi rakyat sebagai pengawas bukan rakyat yang membeo kayak dulu demi kemajuan bersama. Amin

Vale! untuk kesehatan

Subcomandante Aboud

Aboud menikmati rokoknya

September 2nd, 2008

Pemilu, pilih siapa ?

Posted by fahmip in politik

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"MS Mincho";
panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4;
mso-font-alt:"MS 明朝";
mso-font-charset:128;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:fixed;
mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}
@font-face
{font-family:"\@MS Mincho";
panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;
mso-font-charset:128;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:fixed;
mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"MS Mincho";}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Pemilucopy

“Perbedaan
antar partai politik tidak ditandai dengan prinsip dan program-program mereka,
tapi dari jumlah kekuasaan yang mereka genggam…apa beda antar partai politik ? logika
penjualan pemilu menjawab: dalam jumlah walikota, gubernur, kursi parlemen dan
jabatan cabinet dalam politik musiman, angkalah yang memimpin dan konsepsi
ideologis dibedakan oleh kuantitas yang mereka genggam, bukan kualitas yang
mereka junjung!”. (
Subcomandante
Insurgente Marcos)

 

Pemilu 2009 sudah dekat, semua
partai berlomba – lomba dalam kampanye yang sudah mirip lari marathon ini,
panjang dan lama….9 bulan. Tentu tidak sedikit dana yang dibutuhkan buat partai
yang jumlahnya semakin menjamur ini di era kebebasan demokrasi. Bukan Cuma partai
yang bisa buat heboh juga mendapat
liputan di segala media, tapi justru anggota – anggota perorangan yang
mencalonkan diri menjadi caleg.

 Mulai
dari partai nasionalis “kerakyatan” sampai partai politik yang mengusung ideologi
agama dengan segala klaim yang dengan cerdik dinukil dair kitab suci. Tapi
kalau kita mau jujur, apa benar apa yang ditawarkan oleh peserta – peserta yang
akan saling sikut ini? Dari ideologi yang mengatakan akan membangun ekonomi
rakyat sampai mengatakan bahwa nilai – nilai Islami harus ditekankan di tengah
masyarakat. Menyoal klaim yang partai mengusung ideologi nasionalis kerakyatan,
kita belum lupa ada suatu partai besar berkharisma yang mempunyai banyak massa
yang mengatakan partai mereka selalu bela “wong cilik” tapi orang belum lupa
ketika partai ini berkuasa justru partai ini menjadi pengusung neoliberalisme
yang justru mengkhianati suara para orang – orang kecil yang lagi – lagi jadi
korban dengan menjuali satu persatu asset Negara dan menaikan harga – harag. Tekanan
dari pihak asing dan kurangnya integritas dan semangat pembelaan justru
menjadikan partai macam ini menjadi pembela setia para pemodal, lagi – lagi Negara
dibajak oleh kepentingan kapitalisme yang berniat menundukan kepentingan
masyarakat dibawah kepentingan jalannya proses produksi, herannya partai –
partai Islam juga seakan kehilangan taring ketika berhadapan dengan para
kapitalis besar ini….ribut hanya urusan pantat atau payudara (tentu sebagai
Muslim yang baik kita tetap perlu menjaga aurat, namun apakah Islam hanya
berhenti di urusan syahwat?).

 Dulu
persaingan sengit antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Masyumi benar –
benar membuat suasana tegang, namun karena kualitas para pemimpin kedua partai
maka siatuasi “panas” tersebut tidak jatuh sampai baku pukul walau sabotase
adalah hal yang umum, PKI memang keras bahkan pada salah satu halaman di
RepublikaOnline ada sebuah foto yang menunjukkan propaganda politik PKI yang
menyudutkan Masyumi dengan sebuah pamphlet “Jangan pilih badjingan politik!”. Keras
dan kasar memang, tentu orang dengan kualitas seperti pak M.Natsir tidak akan
berkhianat untuk menjadi “badjingan politik” alias politikus oportunis dan
busuk yang lebih mementingkan menggemukan perut dan mengurus urusan dibawah
pusarnya dibandingkan merealisasikan apa yang mereka janjikan kepada masyarakat
pemilih mereka, inilah tipe demokrasi borjuis….rakyat hanya sebuah kata yang
rajin didengungkan ketika PEMILU sudah dekat, rakyat memang berdaulat tapi
berdaulat untuk memilih mau makan apa hari ini? Mau pakai baju apa besok? Atau mau
beli mobil apa lusa nanti? Perilaku macam ini tentunya hanya menguntungkan
segelintir kelas yaitu kelas atas, dan ironisnya banyak pula umat Muslimin
Indonesia yang terjebak menjadi borjuis yang ingin hidup mapan sembari tetap
menonjolkan simbol – simbol “Islami”, dan para alim ulama dan cendekiawan masih
ditunggu keberanian mereka untuk menegur pemerintah dan mengganyang kepentingan
kapitalisme yang menjerumuskan Negara ini makin dalam ke dalam tikaman
neoliberalisme, sekalipun saya bukan simpatisan PKI atau seorang Marxis kita
tidak lupa akan poster – poster dan media promosi para Caleg yang banyak
berasal dari tokoh – tokoh lama yang pada era OrBa dahulu banyak melanggar HAM
dan memilih menjadi instrumen Negara yang menghabisi rakyatnya sendiri,
sekarang satu sama lain berlomba - lomba
saling tersenyum dan memasang muka ramah agar masyarakat mau memilih mereka. Kualitas
partai pengusung dan caleg model seperti inilah yang membuat PEMILU menjadi
busuk dn para kontestannya seperti barang buruk yang memaksa agar dibeli dengan
modal jualan satu, yaitu: bela rakyat!. Kalau sudah begini tidak salah kalau
saya kutip jargon PKI tadi, “jangan pilih badjingan politik !”. Vale! Untuk kesehatan.

June 30th, 2008

Sewaktu sepakbola gak gratis lagi

Posted by fahmip in Sports

30match_xlg

Baru aja kemarin Spanyol akirnya merengkuh gelar internasional mereka setelah 44 tahun puasa. Tabik !.

Rakyat Indonesia emang sudah lama menggemari olahraga yang satu ini, bahkan bisa dibilang kita juga gila bola, walau sedihnya semenjak negara kita berdiri sebagai Indonesia setelah 1945 kita gak pernah sekalipun masuk Piala Dunia. Olahraga ini bener-bener jadi suatu kegiatan yang bisa menyatukan warga, lawan politik, bahkan lintas agama. Coba kita lihat acara 17 Agustusan kayaknya banyak tuh kelurahan yg ngadain sepakbola, bisa saja variannya seperti bola sarung (itu lo..main bola pake sarung) dll.

Semenjak membludaknya stasiun televisi swasta dimulai oleh RCTI, tayangan inipun hadir ke ruang keluarga kita. satu persatu saluran mulai menawarkan sepakbola sebagai program unggulannya. Dulu RCTI dikenal dengan Liga Italia nya dan SCTV dengan Liga Inggris. Sponsor pun jelas berbondong - bondong masuk, dengan spot iklan yang sudah pasti mahal itu tetap tidak menyurutkan para kapitalis ini untuk memasang iklan mereka.
Tapi semua berubah semenjak Astro, penyedia televisi satelit masuk ke Indonesia. Dimulai dari monopoli nya terhadap Liga Inggris sehingga stasiun televisi biasa tak bisa lagi menyiarkan tayangan tersebut. Nah ! perangpun dimulai…perang rating dan monopoli siaran yang sialnya merembes sampai bulutangkis Thomas dan Uber Cup kemarin yg juga menyita perhatian banyak rakyat Indonesia.

Gilanya, para pelanggan televisi berbayar lainnya sekalipun mereka menonton saluran televisi lokal namun sekarang sudah tidak bisa menonton tayangan - tayangan olahraga tersebut..padahal dahulu sebelum Astro datang hal tersebut tak berpengaruh, karena televisi lokal mempunyai pemancar sendiri dan dengan menggunakan televisi kabel adalah sebagai substitusi dari antena luar.

Tapi benarkah sepakbola dari dahulu gratis alias nggak bayar? jujur gue sebenarnya agak ragu. Ini memang masih pandangan pribadi gue sih…bisa aja salah tapi hey who knows, right?. Iklan adalah sarana untuk mempromosikan suatu komoditas, baiklah itu barang atau jasa. Media adalah medium dimana iklan bisa disampaikan kepada khalayak ramai. Tak heran bukan kalau televisi digemari oleh para pengiklan untuk menayangkan promosi produk mereka, karena televisi mempunyai pemirsa dan dari sana pemirsa akan menyaksikan apa sebenarnya yang tengah ditawarkan. Pemirsa memang mempunyai kekritisan, namun harus juga diperhatikan kalau bukan rahasia lagi kalau televisi bisa membentuk suatu gaya hidup, dan produk produk yang mendukung gaya hidup tersebut dengan mengiklankan lalu disaksikan oleh pemirsa dapat saja membentuk suatu pemikiran pada pemirsa kalau iapun harus atau ingin mencoba.

Kita lagi ngomong bola kan ? iya…sekarang gue mau tanya kalau nonton bola biasanya kan rame - rame. Katakanlah lo semua nonton di rumah deh gak usah ngafe tapi nontonnya bareng2 temen, masa iye lo gak sedia apa - apa ? mau ngemutin jempol aja ? hahaha…

Nah minimal kan ada kopi, kacang, makanan kecil ato mungkin minuman ringan kan ? mungkin ditambah dengan rokok bagi yang merokok. Dari mana elo - elo semua bisa tahu jenis makanan tersebut hadir dengan merk apa aja sih atau merk (brand) apa yang cocok kalau bukan dari iklan? gak percaya ? misalnya lo nanya temenlo tentang suatu barang lalu temen lo merekomendasikan suatu brand, katakanlah merk gel rambut yang bisa bikin rambut lo keren kayak Beckham emangnya lo kira itu bukan iklan? justru itu adalah iklan gratis buat para penjual karena dengan begitu temenlo udah turut mempromosikan brand mereka. Nah…sepakbola juga gak lepas dari gini - ginian coba deh lo perhatiin kan suka ada tuh iklan kacang sama minuman ringan (ga usah sebut merk yah, dah tau kan ?) belum lagi iklan rokok yang jadi sponsor utama….

Kapitalisme memang hebat dalam menggiring orang - orang menjadi konsumtif, kadang beli bukan karena butuh tapi karena "kepengen" dan "kepengen" nya ini bisa jadi impulsif yaitu karena dibentuk oleh budaya konsumtif dimana kita terekspos oleh berbagai jenis/macem iklan dalam satu hari, sedihnya hal begini berpengaruh buat orang orang dengan daya beli tinggi lebih sedih lagi udahlah makan aja pas - pasan eeeh…mau gaya gayaan hahaha…

Ok back to the point tadi diatas itu hanya intermezzo bukan sepakbola lah ! balik ke masalah kudapan, minuman dan rokok. Dengan hadirnya promosi2 tersebut itu membuat orang percaya "oh iya enaknya kita NonBar ditemani (produk ini ini dan itu…) dengan begitu ada sebuah "ongkos" yang dibayarkan, kira2 seperti ini:

Iklan (membayar ke televisi) —-> televisi (disaksikan oleh pemirsa) —> pemirsa (akhirnya jadi membeli produk karena "kepengen" —> profit (balik ke pengiklan)

Nah kawan - kawan pecinta sepakbola sekalian, sepakbola sebenernya memang gak pernah 100% gratis kan ? tapi paling gak orang pas - pasan kayak kita masih bisa dapat hiburan sekedar melepas lelah eeeh…skrng diembat juga ama kapitalis gede hahaha….

Ya udah deh cabs dolo…oh ya jangan terlena dan percaya aja atas apa yang terjadi di sekitarlo..kritis ! karena kita anak muda

Vale. Untuk kesehatan. Semoga Indonesia menyajikan pertandingan menawan di kemudian hari

May 3rd, 2008

Don’t say a word

Posted by fahmip in Uncategorized

We build our future so we can run away from you
We plan where we going so we just have to see you sometimes
We think what are going to do so we won’t have to feel your presence
Perhaps it is the begin of the time…
One thing for sure

There will be no song after your funeral !

Adieu !

May 3rd, 2008

Pergi…pergilah

Posted by fahmip in Uncategorized

Pergi…pergilah kalau memang mau pergi…
Harus diakui memang tak ada ruang lagi untuk menampung kehadiranmu..
Yang tersisa hanya suruhan
Dari yang maha menguasai…

Pergi saja jika itu memang keinginanmu…
Biar yang tertianggal hanya lara
Mungkin bahagia jika lekat dalam ingatan
Namun mungkin sulit untuk terungkap…

Mungkin memang sudah waktunya engkau meninggalkan kami…
Lebih awal…namun jika ini jalan yang kau pilih, lakukanlah
Aku akan berdiri diatas kaki memanggul segala kepedihan ini..
Sebagai lelaki, biar kupeluk segala penderitaan ini…

Pergi…pergilah jika engkau memang mau pergi…mungkin memang kau tak perlu kembali

April 26th, 2008

Di tanah ini

Posted by fahmip in politik

Di tanah ini, kawan….
di rumah kita ini…
disini terbujur jasad tulang - belulang ayah ibu kita…
di sini kawan….di rumah kita

Di sini kawan…
di tanah kita ini para tetua meneteskan darah dan air mata
di rumah kita ini kawan…
Mereka berteriak dan berkeringat demi kaum papa…

Di sini kawan….
di rumah kita ini kawan
di tanah ini ketika para pengkhianat lahir dan mengambil harta kita…
seolah zamrud khatulistiwa milik mereka

Di sini kawan…
ketika seorang pekerja pulang dalam keadaan hampa
di rumah kita kawan ketika para pelacur yang memegang kuasa…
di sini kawan seharusnya kita bertarung, di sini kita juga mati….

April 7th, 2008

Dilema seorang perokok

Posted by fahmip in politik

Sebagai seorang perokok berat aku di satu sisi mengalami pergulatan karena rokok…yang hancur bukan hanya diriku namun juga para perokok pasif disekelilingku, untuk berhenti memang sulit rasanya…ah aku telah menjadi seperti "mereka" namun inilah yang bisa kutuliskan lewat kata…sedikit pemikiranku. Artikel ini kukerjakan untuk Healthy Life magazine dimana aku juga bekerja disitu, ini mungkin akan dimuat untuk edisi Mei yah…tergantung editornya:

Bahaya mengancam untuk perokok pasif

Merokok adalah kesenangan yang paling mudah dan murah dalam hidup, begitu kata Sigmund Freud seorang pakar neurologi yang juga seorang psikolog tersohor dari Austria meledek kebiasaan buruk ini namun anehnya digemari banyak orang di dunia menjadikan industri tembakau menjadi tambang uang yang luar biasa dewasa ini. Tembakau merupakan komoditas hasil alam yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku rokok. Tembakau memiliki sejarah yang amat panjang karena semenjak ribuan tahun yang lalu manusia sudah mulai menggunakannya. World Health Organization telah menyatakan merokok merupakan penyebab kematian kedua terbesar dunia, telah banyak penelitian yang menunjukkan tidak baiknya rokok untuk kesehatan penghisapnya namun apakah anda sadar bahwa isu ini tidak berhenti sampai disini? Isu lain yang seharusnya mendapat perhatian ialah bahaya yang menguntit para perokok pasif.

            Ya, perokok pasif pun bisa mendapat getahnya dari rokok. Istilah perokok pasif (secondhand smoker) merujuk pada keadaan ketika seseorang menghirup asap rokok secara tidak intensional (secara sadar dan sengaja melakukannya). Bahaya ini disebabkam oleh asap dari rokok itu sendiri, karena asap yang merupakan pembakaran dari batang rokok itu kemudian menyebar keudara. Di beberapa negara Eropa telah diadakan larangan untuk merokok di tempat umum, karena asap rokok tidak menghilang begitu saja namun sisa – sisanya pun masih “lengket” disekitar itu anda bisa perhatikan pada mobil dari perokok di dalam mobil tersebut kerap di langit-langitnya terdapat warna kekuningan dan bau rokok yang khas ketika kita masuk itulah sisa dari pembakaran tersebut. Karena tidak melalui proses penyaringan yang cukup, sisa pembakaran itu mempunyai konsentrasi yang tinggi. Pada akhirnya asap tersebut menyebabkan perokok pasif yang menghisap asap tersebut mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan seperti: penyakit jantung, kanker paru-paru atau gangguan pernafasan. Sebuah penelitian dilakukan di Amerika Serikat mengenai efek kanker paru-paru yang bisa mengancam perokok pasif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan, belum lagi penyakit lainnya. Perokok pasif juga seringkali menjadi korban perokok di tempat umum yaitu bisa terkena iritasi seperti mata berair dan gatal, dan hidung yang terus berair seperti ketika pilek disebabkan oleh asap rokok, sudah seharusnya pemerintah berbuat sesuatu untuk menertibkan hal ini dan masyarakat pun secara swadaya berupaya dengan metode yang bisa diterapkan di komunitas masing-masing untuk saling bahu-membahu untuk mengatasi isu ini.

            Bukan hanya itu, isu lain yang masih juga menyangkut perokok pasif ialah anak-anak. Anak-anak sebetulnya amt rentan, karena daya tahan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The National Asthma Council of Australia menunjukkan kalau aktifitas merokok yang dilakukan di rumah oleh orang tua dapat meningkatkan kemungkinan serangan asma pada anak, selain itu anak yang terlahir dengan asma jika mereka terbiasa dengan adanya asap rokok di rumah mengalami kemungkinan terjangkit penyakit lain dengan persentase yang lebih besar. Di Amerika Serikat sekitar 40% dari anak – anak menjadi perokok pasif, bukan hanya asma anak anak ini memiliki kemungkinan lebih besar mengalami infeksi pernapasan, kondisi fisik yang lebih lemah atau kelainan perkembangan paru-paru.

            Kalau sudah begini bukankah kita sebagai anggota masyarakat harusnya berbuat sesuatu untuk menyelamatkan anak-anak kita? Berhenti merokok memang bukanlah sesuatu yang mudah, dan itu adalah pilihan yang bersifat privat. Namun jika seseorang memilih untuk menjadi perokok maka lakukanlah aktifitas tersebut dengan sendirian atau ditempat dimana tidak akan”meracuni” orang lain, sehingga membuat dunia kita menjadiu lebih indah sehingga memungkinkan kita semua untuk ko-eksis.

Next Page »